©2013 Ehipassiko Foundation

Candi Borobudur adalah monumen raksasa inspirasi kebajikan yang dibangun secara kolosal di pusar Pulau Jawa selama lebih dari 75 tahun dan usai pada tahun 825 M dalam pemerintahan Raja Smaratungga. Candi Borobudur sempat terkubur dalam sejarah selama lebih dari 1.000 tahun sebelum terkuak kembali, dipugar, dan kini diakui sebagai situs UNESCO's World Heritage no. 592 serta tercatat di Guinness World Records sebagai situs arkeologi Buddhis terbesar di dunia.

Selama ini kita mengetahui Borobudur sebagai monumen sejarah yang megah, obyek wisata yang ramai, dan markah negeri Indonesia. Padahal, candi Buddhis terbesar di dunia ini dibangun bukan sekadar untuk obyek wisata atau lambang kejayaan, namun lebih dari itu adalah untuk mewariskan dan melestarikan nilai-nilai luhur kebajikan.

Karena minimnya pengetahuan kita tentang Borobudur, maka kita tidak mendapat manfaat terbaik dari eksistensi candi ini, sehingga atensi dan afeksi kita terhadapnya pun jadi minim.

Oleh karena itu, Ehipassiko Foundation berniat, berkiat, bergiat menjadikan Borobudur tersohor lintas bangsa, negara, usia, agama, strata, dan masa, sebagai INSPIRASI KEBAJIKAN, bukan sekadar obyek wisata, melalui program BOROBUDUR BANGKIT! dengan 7 MISI:

  1. Menerbitkan komik Borobudur.
  2. Memproduksi film animasi Borobudur.
  3. Membangun website Borobudur.
  4. Mendonasikan komik Borobudur ke perpustakaan.
  5. Memberikan pengajaran tentang Borobudur.
  6. Mempromosikan kunjungan ke Borobudur.
  7. Merekrut relawan untuk mewujudkan misi ini.

"Di balik kemegahannya tersimpan Dharma yang menjadi pedoman bagi kita dalam menjalani hidup. Pusaka negeri ini selayaknya kita lestarikan agar inti ajarannya bisa diwariskan ke generasi berikutnya." ~ Ade Rai